
TENGGARONG – Dalam rangka memantapkan pelaksanaan Festival Erau 2026 Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), dr. Aulia Rahman Basri, beserta Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H. Aji Muhammad Arifin, unsur Forkopimda, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Kukar menggelar rapat final persiapan kegiatan tersebut, bertempat di Sekretariat Panitia Erau, Tenggarong, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan dimulai dengan laporan dari perwakilan Kesultanan yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar sebagai penanggung jawab kegiatan, Heriansyah. Dijabarkan oleh Heri mengenai latar belakang, filosofi, timeline atau jadwal kegiatan, rundown, lokasi acara, hingga kesiapan pelaksanaan acara empat hari menjelang pelaksanaan Erau 2026. Termasuk juga daftar tamu VIP yang rencananya akan dihadiri tiga Menteri dari Kabinet Merah Putih yakni Menteri Kebudayaan, Menteri Pariwisata, dan Menteri EKRAF.
Pada tahun sebelumnya Event Erau 2025 mencatat total 20.145 pengunjung, terdiri dari 13.416 pengunjung lokal, 6.976 nasional, dan 23 mancanegara. Meski masih didominasi wisatawan lokal, kontribusi nasional yang besar dan kehadiran wisatawan asing menandakan potensi acara ini terus berkembang ke tingkat yang lebih luas. “Target jumlah pengunjung di tahun ini (2026) 40.000 orang”, ujar Heri.

Sementara itu Bupati Aulia memaparkan bahwa Erau bukan sekadar agenda pelestarian budaya tahunan yang diwariskan secara turun-temurun, melainkan momentum penting untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, seluruh aspek persiapan—mulai dari rangkaian prosesi adat, pelayanan masyarakat, keamanan, hingga fasilitas pendukung—dipastikan matang.
Tahun ini, pelaksanaan Erau Adat Kutai dijadwalkan berlangsung pada 20–27 September 2026 (dengan beberapa rangkaian hingga 28 September). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, menambahkan bahwa skala penyelenggaraan tahun ini semakin luas setelah Erau resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
“Erau tahun ini sudah masuk KEN, sehingga standar pelaksanaannya harus diperhatikan. Ada standar dan target tertentu yang diminta oleh kementerian dan harus kita penuhi,” ujar Heriansyah. Aspek krusial yang menjadi sorotan meliputi manajemen kebersihan (pengelolaan sampah), mitigasi risiko bencana, serta multiplier effect bagi kebangkitan UMKM lokal.
Menanggapi situasi musim kemarau dan potensi karhutla, Pemkab Kukar juga menyiapkan langkah mitigasi terpadu. Pemerintah daerah terus memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) guna mengambil penyesuaian jika kondisi luar ruangan dinilai kurang kondusif. Kesiapan pasokan air bersih juga telah dikoordinasikan bersama Perumda Tirta Mahakam dan Sekretariat Kesultanan.
Rangkaian perhelatan ini akan dimeriahkan dengan prosesi adat sakral (seperti Mendirikan Tiang Ayu, Beluluh, Bepelas, Mengulur Naga, hingga Belimbur), pameran expo, bazar UMKM, pentas seni, serta ekshibisi olahraga tradisional yang turut mengundang partisipasi penggiat dari luar daerah di kawasan Keraton, Stadion Rondong Demang, hingga Parkiran Jembatan Pulau Kumala.

