
TENGGARONG – Guna memperkuat pelaksanaan kebijakan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam melestarikan, mengembangkan, dan mewariskan Bahasa serta Budaya Kutai melalui Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar bekerjasama dengan penerbit Yudhistira menggelar Acara Launching Muatan Lokal Bahasa Kutai pada Rabu (09/09/2026) pagi, bertempat di Gedung Puteri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang. Kegiatan ini juga dipadukan dengan pengenalan aplikasi Olah Dapodik Untuk Rekomendasi Tepat (ORBIT), sebagai inovasi pengelolaan dan pemanfaatan data Dapodik pada satuan Pendidikan dasar di Kukar.
Ketua Pelaksana Kegiatan yang juga Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Disdikbud Kukar Gamal Abdul Aziz, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada Penerbit Yudhistira yang telah mengambil bagian dalam upaya pelestarian dan pengembangan Bahasa Kutai.
Penerbit Yudhistira telah memproduksi Buku Pelajaran Basa Kutai untuk kelas 1 hingga kelas 6 SD, sehingga tersedia bahan ajar yang dapat digunakan secara berjenjang.
Tidak hanya itu, ditengah badai efesiensi seluruh kegiatan ini sama sekali tidak menggunakan dana APBD karena dibiayai sepenuhnya oleh pihak Yudhistira.
Sedangkan untuk ORBIT, aplikasi ini telah melalui beberapa tahapan yang kemudian di uji coba melalui kegiatan piloting input data pada 50 Sekolah Dasar di wilayah Tenggarong Seberang dan Loa Kulu. “Perlu kami sampaikan bahwa Aplikasi ORBIT merupakan produk asli yang dikembangkan bersama Disdikbud dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar, sebagai wujud nyata super team yang mampu berkolaborasi dengan memanfaatkan potensi sumber daya manusia yang kita miliki di daerah”, ujar Gamal.

Sementara itu Bupati Kukar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Akhmad Taufik Hidayat mengatakan Kebijakan yang baik harus dimulai dari data yang baik. Data harus akurat, lengkap, terverifikasi, tervalidasi dan menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Karena itu, harus ada perhatian khusus kepada Dapodik. Seluruh Kepala Sekolah benar-benar peduli terhadap kualitas data sekolahnya. Jangan menganggap Dapodik hanya urusan operator. Kepala Sekolah harus mengetahui, memeriksa dan bertanggung jawab terhadap data yang menggambarkan kondisi sekolahnya. Jangan lagi terjadi data di dalam sistem berbeda dengan kondisi faktual di lapangan.

Jangan sampai misalnya jumlah guru, kondisi sarana prasarana, jumlah peserta didik, atau berbagai kondisi sekolah lainnya ditampilkan sedemikian rupa hanya karena ingin terlihat baik atau sekadar mengejar akreditasi.
Pola pikir seperti itu harus dirubah. Jangan mengejar data yang bagus. Kejarlah data yang benar. Karena data yang benar akan menghasilkan analisis yang benar. Analisis yang benar akan menghasilkan rekomendasi yang benar. Dan rekomendasi yang benar akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.
Terkait launching buku pelajaran Bahasa Kutai, Bupati mengatakan bahwa hal tersebut adalah komitmen kita untuk menjaga identitas dan kekayaan budaya Kutai Kartanegara. Bahasa bukan hanya alat untuk berkomunikasi. Bahasa adalah identitas. Bahasa membawa sejarah, kebudayaan dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kalau sebuah bahasa hilang, maka ada bagian dari identitas dan kebudayaan masyarakat yang ikut hilang. Karena itu, Bahasa Kutai harus kita pastikan tetap hidup. Dan salah satu tempat paling strategis untuk membuat Bahasa Kutai tetap hidup adalah sekolah.

Bupati juga memberikan penekanan khusus kepada Disdikbud Kukar, jangan sampai kegiatan hari ini berhenti pada launching aplikasi, launching buku, dan deklarasi. Setelah hari ini, harus ada pekerjaan yang konkret. “Karena itu, saya instruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dan terukur terhadap implementasi program muatan lokal Bahasa Kutai di seluruh sekolah-sekolah”, tegasnya.
Setelah acara seremonial launching aplikasi ORBIT dan penandatanganan Bersama piagam peresmian implementasi Basa Kutai, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talk show diskusi dan tanya jawab dengan menghadirkan narasumber masing-masing Gamal Abdul Aziz dari Disdikbud kukar, Drs. Burhan, MM Ketua Tim Penulis Buku Basa Kutai dan Muzakki, SE dari Penerbit Yudhistira.(JMN)

