
TENGGARONG – Sektor Pendidikan menjadi salah satu prioritas Utama dalam masa kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri. Hal tersebut diungkapkannya dalam Rapat Koordinasi internal dengan seluruh pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) pada Rabu (18/2/2026) siang, setelah kurang lebih dua pekan sebelumnya terjadi perubahan pimpinan dari Kepala Dinas hingga Kepala Bidang di Disdikbud.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Lantai 3 Disdikbud tersebut, Bupati Aulia terlebih dahulu menyimak paparan data yang disampaikan oleh Heriansyah selaku Kepala disdikbud Kukar dan dipandu Sekretaris Dinas Pujianto selaku moderator.
Beberapa hal yang disampaikan oleh Heri diantaranya tentang penurunan anggaran hingga 35,6%, dari tahun sebelumnya (2025) sebesar 2,2 T menjadi 1,6 T pada tahun ini. Padahal jumlah ASN saja sejak tahun kemarin mengalami penambahan personil yang signifikan, bahkan hingga dua kali lipat banyaknya efek dari pengangkatan PPPK yang kemudian ditempatkan di Disdikbud. Hal tersebut tentu berdampak dengan anggaran yang harus di alokasikan untuk membayar gaji dan lain sebagainya.

Sarana dan Prasarana sekolah yang bermasalah dari jenjang TK, SD, hingga SMP juga masih perlu pembiayaan untuk renovasi maupun bangun baru. Seperti toilet misalnya yang menjadi salah kebutuhan urgen di masing-masing jenjang sekolah.
Permasalahan lain yang disampaikan oleh Heri adalah terkait angka anak putus dan tidak sekolah yang tidak saja menjadi masalah didaerah tapi juga sudah menjadi masalah secara nasional. Demikian juga dengan sertifikasi lahan sekolah, dimana masih banyak sekolah yang belum memiliki sertifikat sehingga berdampak pada program revitalisasi karena rawan akan permasalahan yang akan muncul dikemudian hari.
Disampaikan juga oleh Heri terkait banyaknya sekolah yang saat ini belum memiliki Kepala Sekolah defenitif atau telah melewati masa jabatannya, dimana berdasarkan Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 telah diatur bahwasannya masa jabatan Kepala Sekolah itu hanya dua periode dengan masing-masing periode empat tahun.
Setelah menyimak, Bupati Aulia dalam arahannya menyampaikan apresiasi dan mengaku senang dengan data yang disampaikan oleh Kepala Disdikbud. “Karena dengan data-data tersebut kita bisa menginventarisir masalah, dan kalau kita tahu persoalannya kita akan bisa mencari solusinya”, ujarnya.
Bupati Aulia menyampaikan harapannya kepada seluruh pejabat Disdikbud Kukar agar bisa bekerja sebagai dream team, maksudnya agar bisa bekerja sama dengan baik karena ia percaya secara individu pejabat-pejabat di Disdikbud adalah orang-orang terbaik yang punya keahlian masing-masing. Namun semua itu tidak akan ada artinya apabila bekerja sendiri-sendiri. “Hilangkan ego masing-masing, agar kedepannya kita bisa bekerja sebagai sebuah dream team yang solid”, pesannya.

Menanggapi tentang penurunan anggaran yang terjadi, Aulia berpesan agar setiap bidang membuat semacam standar kebutuhan fiskal minimal yang diperlukan sehingga dengan demikian akan bisa di proyeksikan dan diprioritaskan kedepannya. Aulia juga menegaskan komitmennya terkait anggaran Pendidikan sebesar 20% dari APBD adalah mutlak.
Aulia juga meminta agar pihak Disdikbud lebih sering melakukan supervisi. Menurutnya hal tersebut sangat penting demi untuk mengetahui kondisi riil di sekolah-sekolah, terutama untuk mengurangi manipulasi data yang sering terjadi.
Terakhir diminta kepada Herianysah dan jajarannya agar bisa berkoordinasi dengan sekolah dan OPD terkait dengan salah satu programnya untuk mengurangi angka pengangguran dari lulusan SLTA sederajat. “Jadi kedepannya siswa jenjang SLTA tersebut akan disurvey minatnya apa. Setelah lulus sekolah apakah mereka mau lanjut kuliah, wiraswasta, atau lainnya dan akan dibantu untuk mewujudkan minatnya tersebut. Sehingga Ketika mereka lulus tidak hanya nganggur”, jelas Aulia sebelum mengakhiri arahannya. (jmn)
